Menengok Savira – pemenang IFDC 2014 di Roma “Bravo Bella Bravo!”

Menengok Savira – pemenang IFDC 2014 di Roma “Bravo Bella Bravo!”

Menengok Savira – pemenang IFDC 2014 di Roma “Bravo Bella Bravo!”

 

Sebagai bagian dari kemenangannya di Indonesia Fashion Design Competition- Indonesia Fashion Week, Savira Lavinia Raswari telah mendapatkan kesempatan study di sekolah mode Koefia-Roma Italia selama 4 bulan.

Kesempatan yang terwujud atas kerjasama Indonesia Fashion Week- Koefia dan KBRI Roma ini merupakan pembuka jalan bagi Savira untuk menimba ilmu sekaligus mempromosikan karyanya di luar negeri. Sebagai salah satu pusat mode, telah diketahui bahwa Italia memegang peranan penting di industri fashion dunia.

Setelah 4 bulan menuntut ilmu, Savira pun akhirnya lulus dan ikut serta dalam parade karya akhir siswa Koefia di pergelaran fashion bergengsi, Altaroma Altamoda di Roma-Italia.

Perjalanan saya ke Roma untuk menyaksikan kelulusan Savira, menyisakan kenangan manis.

Di Koefia, Savira dikenal sebagai sosok yang giat dan unggul. Meskipun gadis berusia 22 tahun ini tidak bisa berbahasa Italia, namun ia selalu berusaha mengerjakan tugas-tugasnya semaksimal mungkin. Dia mau melakukan lebih dari yang diminta, she is willing to go extra miles. Sebagai pribadi, ia juga dikenal penolong, pandai beradaptasi dan penuh energi. “Dia akan jadi seseorang di masa depan. She has everything she needs,” komentar Antonia Hanson- siswi Koefia asal Swedia tentang Savira.

“Energi positifnya luar biasa. Dia sangat bersemangat belajar, I love her. Bravo bella bravo (selamat cantik selamat), ” tutur Bianca Cimiotta Lami dari Koefia. komentar-komentar lain dari orang sekitar yang bernada sama membuat saya menarik kesimpulan bahwa finalis Biennale Desai & Kriya Indonesia 2013/2014 ini berhasil menorehkan jejaknya di sekolah mode itu.

Sebagai syarat kelulusan, tiap siswa diharuskan membuat satu set busana yang kemudian ditampilkan di pagelaran Altamoda Altaroma. Karya akhir Savira berwujud satu set busana mens wear yang bertajuk The Test yang terinspirasi dari Roschah Test. Busana ini terdiri dari top berdetail 3D abstrak yang dipadu dengan tas pinggang di samping. Untuk menambah daya tarik show, sebuah topeng dari PVC hitam berbentuk abstrak menjadi pelengkap tampilan outfit ini.

Savira mencoba untuk menyatukan selera internasional dengan inspirasi dalam negeri.

“Konten lokal kalau diolah dengan modern sangat bisa berdampingan dengan busana luar negeri.” Ujarnya penuh semangat. hasilnya busana karyanya sangatlah modern dan fresh.

The Test menjadi busana pembuka show Koefia di Altaroma Altamoda tanggal 13 juli lalu. Karya ini ternyata berhasil menarik perhatian banyak orang. Ketika bersiap di backstage, busana putih ini mendapat berbagai pujian. Seorang fotografer media Italia pun langsung mendekati Savira untuk menawarkan kerjasama pemotretan dengannya. gadis ini juga dihampiri beberapa fashion blogger dan media untuk wawancara.

Di panggung runway, karya ini mendapat apresiasi yang baik “The outfit is one of my favorite,” seru sorang wanita Italia yang saya temui seusai show. “Bravo, bravo,” seru yang lainnya menyelamati Savira

Gadis pemilik brand SavLavin ini telah lulus dari Koefia. Namun semangat berkaryanya terus menggebu. Ketika saya bertanya apa rencananya setelah ini, ia berkata bahwa ia akan melanjutkan perjalanan karirnya ke belanda. “Saya akan membuat brand bersama rekan saya dari Belanda, sambil mempersiapkan bekerja di desainer favorit saya Iris van Herpen.”

Savira yang merupakan salah satu pemenang Reka Baru Desain Indonesia 2014 ini beranggapan bahwa dengan menggali ilmu dari desainer kelas dunia, ia akan semakin mantap menghasiklan karya-karya berkualitas internasional. Jadi ia memutuskan menjejakkan karir fashionnya di Indonesia dan di luar negeri secara bersamaan.

Well, this is good! Kalau saja semua desainermemiliki semangat belajar seperti ini, tentunya fashion Indonesia akan semakin maju. Sebab local content bukan saja material dan inspirasi lokal saja, namun juga Sumber Daya Manusia-nya.

Bravo Savira bravo!

Franka SoeriaNatanegara Semin

Pengamat fashion berdomisili di Istanbul